FOKUS: Anak-anak Hebat dari “Gang Setan”

"Kami ingin memberikan gambaran, anak-anak tetaplah anak-anak"
Anak anak Hebat dari Gang Setan (Tanah Ombak)

KLIKPOSITIF - Netmums –situs internet untuk kaum ibu di Inggris—mengeluarkan laporan pada 2013. Laporannya berbunyi: anak zaman sekarang terlalu cepat dewasa. Masa kanak-kanak, sebutnya, selesai di usia 12 tahun!

Ini bertolak belakang dengan batasan usia anak-anak yang diacu hukum di Indonesia yaitu 17 tahun. Tapi, itu bisa saja dianalisa bahwa sulit membedakan anak-anak dengan dewasa. Apa yang dilakukan anak-anak juga dilakukan orang dewasa.

Pada data Komnas Perlindungan Anak (KPA) juga tergambar hal demikian. Anak-anak sudah keluar dari imajinya. Ia tak hanya bermain, tapi juga melakukan kriminal di sisi lain. Pada 2010, KPA menerima 1.258 pengaduan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Di 16 lapas di Indonesia, data Kementrian Hukum dan HAM menyebutkan, ada 5.308 anak yang mendekam di penjara. Pertanyaannya, kenapa imaji anak-anak tak hanya soal bermain? Padahal bermain selalu identik dengan kehidupan mereka?

Sulit menjawab pertanyaan ini. Riset Netmums menyebutkan pengaruh zaman global dengan kemunculan internet sebagai pemicu. Di dunia internet tanpa batas, demokrasi dalam tanda kutip benar-benar nyata.

Anak-anak bisa saja menonton hal yang sama dengan orang dewasa. Ia sulit dikontrol apalagi dilarang. Sebab akses bisa dinikmati oleh siapapun—termasuk anak-anak.  Rumah, sekolah, ayah, ibu, saudara, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan—di sisi lain—tak cukup membantu. Beberapa kasus kejahatan terhadap anak justru dilakukan orang terdekat. Alih-alih mengayomi.

Tapi, ini bukan jalan buntu. Optimisme harus tetap dibangun untuk mengembalikan anak-anak kedunianya. Optimisme itu, salah satunya terlihat di ... Baca halaman selanjutnya