FOKUS: Ketika Ibu-ibu Purus Nonton Teater

"Mereka kesana karena yang tampil di ruang Teater Utama adalah anak-anaknya. Meski naskah yang dimainkan anak-anak itu kritik terhadap diri mereka, tawanya tetap tak terbendung."
Ketika Ibu-ibu Purus Nonton Teater (Tanah Ombak)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ada pemandangan berbeda di Taman Budaya Sumatera Barat, sekira Juli 2015, tepatnya di ruang Teater Utama. Bagi yang sering menonton pertunjukan di Taman Budaya, akan langsung  merasakan perbedaan itu. Bahwa, yang duduk di bangku penonton belum pernah kesana sebelumnya.

Ketidakbiasaan menonton terlihat dari perilakunya. Biasanya, di ruang itu, penonton diam menyaksikan pertunjukan hingga selesai. Kali ini tidak. Penontonnya mirip konser musik. Heboh. Seringkali bertepuk tangan. Bila ada adegan yang mengundang tawa, mereka tak malu tertawa terbahak-bahak.

Penonton itu—kebanyakan ibu-ibu—adalah warga Purus III. Mereka kesana karena yang tampil di ruang Teater Utama adalah anak-anaknya. Meski naskah yang dimainkan anak-anak itu kritik terhadap diri mereka, tawanya tetap tak terbendung.

Ini memang pertama kali ibu-ibu ini datang ke Taman Budaya meski jarak tempat tinggal tidak terlalu jauh. Mereka datang bekelompok bersama ibu-ibu yang lain, yang anaknya tampil ataupun tidak. Malam itu penampilan Gladi Resik mereka sebelum tampil ke Jakarta di Festival Teater Anak di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Agustus 2015.

***

Anggota Teater Noktah, Robby Wahyudi akrab disapa Obe, mengatakan, kehadiran mereka di Purus III awalnya tak terlalu berterima. Bahkan, ada anak-anak yang dilarang datang kesana. Cerita itu didapat Obe dari anak-anak.

“Gosip lain, Datuak (Syuhendri) pernah dituduh menyembunyikan anak gadis mereka. Saya sendiri digosipkan pengangguran,” ujarnya. Gosip ini beredar tapi KLIKPOSITIF sulit melakukan verifikasi.

Syuhendri membenarkan gosip itu. Tapi ia tak peduli. ... Baca halaman selanjutnya