FOKUS: Ketika Ibu-ibu Purus Nonton Teater

"Mereka kesana karena yang tampil di ruang Teater Utama adalah anak-anaknya. Meski naskah yang dimainkan anak-anak itu kritik terhadap diri mereka, tawanya tetap tak terbendung."
Ketika Ibu-ibu Purus Nonton Teater (Tanah Ombak)
Dan anak-anak, meski dilarang, tetap saja datang kesana. Latihan biasanya dilakukan sore menunggu anak-anak pulang sekolah. Bahkan ada latihan yang berlangsung hingga malam hari.

Keadaan berubah ketika anak-anak ini mendapat undangan untuk tampil di Festival Teater Anak di Jakarta. Undangan ini diperoleh berdasarkan relasi yang dimiliki Syuhendri yang telah berkecimpung di teater sejak lama.

Meski gosip makin sering didengar, sebutnya, tamu rumahnya semakin bertambah. Tak hanya anak-anak, rumahnya juga kedatangan ibu-ibu bahkan bapak-bapak menyaksikan anak mereka latihan. Biasanya mereka datang usai makan malam.

Mereka menonton anak-anak latihan. Pemandangan ini nyaris terlihat tiap malam. Ibu-ibu ini juga bergerombolan datang ketika anak-anaknya tampil di Taman Budaya. “Sudah jadi artis anak saya sekarang,” ujar celotehan seorang ibu ketika KLIKPOSITIF ikut menonton di Taman Budaya, Juli itu.

Bagi Syuhendri ini membanggakan. Terlepas mereka hanya menonton karena anak-anak tampil. Tapi ia berharap kritik yang disampaikan di dalam naskah dapat mereka cerna dan berterima.

Sepulang dari Jakarta, anak-anak disambut bak artis di Pantai Padang. Obe mengatakan, ibu-ibu memeluk anak-anaknya. Sepulang dari Jakarta itu, anak-anak tampil lebih banyak lagi bermain teater, dengan naskah yang sama.

Mereka diundang ke Aceh, tampil lagi di Taman Budaya. “Tak terhitung. Mungkin sudah puluhan kali tampil di Taman Budaya,” ujar Syuhendri. 

[Elvia Mawarni]