FOKUS: Anak-anak Purus Membaca Buku

""Perjuangan masih panjang. Apa yang dilakukan anak-anak baru awal""
Anak-anak Purus Membaca Buku (Tanah Ombak)

PADANG, KLIKPOSITIF - Perjuangan anak-anak ini hingga menjadi pemain teater diapresiasi banyak pihak. Media mulai meliput. Tokoh-tokoh penting datang ke rumah itu: Ketua DPD Irman Gusman, Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah, datang juga Mantan Menteri Kabinet Kerja Andrinof Chaniago.

“Tapi bukan itu yang penting. Perjuangan masih panjang. Apa yang dilakukan anak-anak baru awal,” ujar Syuhendri. Tergerak dengan semangat itu, lalu didirikanlah Ruang Baca Tanah Ombak yang diprakarsai Yusrizal KW. Syuhendri dan Yusrizal KW bersahabat baik.

Om KW—begitu ia disapa anak-anak—mengatakan buku-buku yang kemudian dijadikan perpustakaan berasal dari sumbangan pribadi. Ada juga dari perusahaan.

“Seperti Gramedia, mulai tahun ini, akan menyumbangkan buku selama setahun ke depan setelah kita menang lomba tingkat Regional Sumatera kemarin,” katanya kepada KLIKPOSITIF minggu lalu.

Koleksi buku-buku di Tanah Ombak beragam. Ada cerita anak-anak. Juga masalah pertanian. Tema buku yang disumbangkan tidak ditentukan. Apa saja diterima.

Om KW percaya buku-buku ini akan dapat mengubah masa depan anak-anak ini jika mereka rajin membaca. Redaktur Budaya di salah satu media lokal di Padang ini mengatakan buku akan membuat mereka percaya bahwa dunia itu tak hanya di Purus.

Selain perpustakaan, anak-anak ini kini mendapat perhatian luas. Seperti bulan lalu, datang Yayak Taymaka, seniman yang fokus di dunia pendidikan anak-anak dengan metode gambar dan lagu. Ia datang dari Jogyakarta ke Padang khusus untuk mengajar anak-anak Tanah Ombak, begitu mereka disapa kini.

Di lain waktu, mereka belajar tari, teater, alat-alat music, atau lukis. ... Baca halaman selanjutnya