FOKUS: Anak-anak Purus Membaca Buku

""Perjuangan masih panjang. Apa yang dilakukan anak-anak baru awal""
Anak-anak Purus Membaca Buku (Tanah Ombak)
 Syuhendri mengatakan pengajarnya bersifat relawan, tidak dibayar. “Mereka (relawan) datang karena kesamaan visi, memberikan pendidikan kepada anak-anak.

Begitulah, jika Anda datang ke rumah di Purus setelah 500 meter itu, kini, akan ditemui anak-anak yang sedang bergelut dengan buku. Anak-anak yang sibuk latihan randai. Anak-anak yang meniup suling atau main piano. Jumlah mereka tak lagi 10. Ada anak-anak yang datang di luar dari kampung Purus.

Jika Anda bertanya ke Edo yang berhenti karena gurunya pemarah, dua tahun lalu, ia akan menjawab, “Saya akan sekolah lagi.”

[Elvia Mawarni]