Tugu Jong Sumatranen Bond, Saksi Sejarah Gerakan Pemuda di Sumatera yang "Tenggelam" di Kota Bingkuang (Bagian 1)

"Kini usia tugu tersebut hampir satu abat lamanya. Meski kondisi tugu tersebut masih utuh, namun cerita historis tugu ini tenggelam dalam kemegahan sejumlah bangunan baru di "Kota Bengkuang""
Anggota Jong Sumatranen Bond tempo dulu yang sedang mengikuti kongres pertama di Padang, berfoto bersama di Tugu Jong Sumatranen Bond ( (Arsip PT Semen Padang)
Pemuda sekaligus "pencipta imaji keindonesiaan" yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia.

Selain Mohammad Hatta dan Mohammad Yamin, tokoh utama Jong Sumatranen Bond lainnya yakni Dr. Adnan Kapau Gani atau biasa disingkat A.K. Gani. Beliau lahir di Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 16 September 1905 – meninggal di Palembang, Sumatera Selatan pada 23 Desember 1968 pada umur 63 tahun.

Beliau adalah seorang dokter dan politisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin.

Kemudian Bahder Djohan yang lahir di Lubuk Begalung, Padang pada 30 Juli 1902 – meninggal di Jakarta, 8 Maret 1981 pada umur 78 tahun. Bahder Djohan adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Natsir dan Kabinet Wilopo.

Jong Sumatranen Bond lainnya, yakni Sutan Takdir Alisjahbana (STA), (lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun) adalah seorang budayawan, sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia. Ia juga salah seorang pendiri Universitas Nasional, Jakarta. (bersambung)

Riki Suardi