Tugu Jong Sumatranen Bond, Saksi Sejarah Gerakan Pemuda di Sumatera yang "Tenggelam" di Kota Bingkuang (Bagian 2)

"Hasil musyawarah itu kemudian ditindaklanjuti pemuda kedaerahan. Pada Minggu, 9 Desember 1917, para pemuda sumatera yang berada di Jakarta mendirikan Jong Sumatranen Bond di Gedung Volkslectuur Weltevreden Batavia (sekarang Gedung Balai Pustaka Jakarta) dengan jumlah anggota sebanyak 100 orang"
Tugu Jong Sumatranen Bond (KLIKPOSITIF / Ocky Anugrah )
pertama Jong Sumatranen Bond yang diselenggarakan, 26 Januari 1919 di Gedung Volkslectuur Weltevreden Batavia, Tengku Mansyur terpilih menjadi ketua dan Mohammad Amir sebagai wakil ketua.

Kemudian Jong Sumatranen Bond Jakarta menugaskan Nasir Datuk Pamundjak yang berasal dari Selayo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat untuk mendirikan cabang Jong Sumatranen Bond di Padang dan di Bukittinggi.

Untuk melancarkan tugas yang diemban, Nasir Datuk Pamundjak menjumpai tokoh kharismatik di Padang, yaitu Muhammad Taher Marah Sutan dan Syekh DR Haji Abdullah Ahmad (Pendiri HIS Adabiah) untuk meminta dukungan serta mengumpulkan pemuda dan pelajar di Gedung Sekretaris Sjarikat Oesaha.

Pada 4-6 Juli 1919 di Lapangan Fancy Fair milik Sekretaris Sjarikat Oesaha diadakan Kongres -1 yang dihadiri Wakil Ketua Jong Sumatranen Bond Mohammad Amir, Sekretaris 1 Jong Sumatranen Bond, Anas dan Bahder Djohan sebagai Sekretaris 2 serta Marzuku sebagai Bendahara Jong Sumatranen Bond.
Setelah kongres, dilakukan peresmian Tugu Jong Sumatranen Bond.

Kini usia tugu yang dibangun menggunakan semen dari NV.Nederlansche Indische Portland (NIPCM) atau sekarang dikenal dengan PT Semen Padang itu, hampir satu abat lamanya. Meski kondisi tugu masih utuh, namun cerita historis tugu ini tenggelam dalam kemegahan sejumlah bangunan baru di "Kota Bengkuang", seperti Tugu Gempa Padang yang berada di dekat Tugu Jong Sumatranen Bond.

"Mudah-mudahan kita semua tidak melupakan sejarah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang idak pernah melupakan sejarah," kata Kapten CPM KGP Arifin BA yang kini tengah menyusun buku sejarah tentang pahlawan nasional asal Talawi, Sumatera Barat, Mohammad Yamin. (Okt)