Obat Kuat di Pasar Gelap

"Masalah kesuburan pria memang menjadi “jualan” yang menjanjikan karena kecendrungan penderitanya terus meningkat."
BBPOM Padang menyegel apotek karena tidak memiliki izin, 10 Februari 2017. (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF – Sebuah iklan di salah satu koran cetak lokal Sumatera Barat tampil tak terlalu menonjol. Iklan itu muncul di halaman dalam berwarna hitam putih. Yang menarik dari iklan itu, barangkali, pesannya: Sang Ratu Kejantanan Ahli Pengobatan Hj. Mak Erot. Dari tulisan iklan akan langsung diketahui bahwa itu adalah iklan tentang obat kejantanan pria.

Iklan yang menawarkan pengobatan “kejantanan” pria tak hanya muncul di koran. Lebih dahsyat muncul di jaringan berbasis internet, baik dalam bentuk blog maupun tampil di laman media sosial. Salah satunya di situs obatbiarkuatngesex.com. Situs  ini menawarkan obat oles, yang katanya, telah direkomendasikan oleh Dr Boyke—dokter yang ahli di bidang seksologi.

Masalah kesuburan pria memang menjadi “jualan” yang menjanjikan karena kecendrungan penderitanya terus meningkat. Data WHO, pada 1995, diperkirakan 152 juta pria di dunia yang menderita DE atau disfungsi ereksi. Badan Kesehatan dunia ini memprediksi angkanya akan terus bertambah hingga 200-300 juta jiwa pada 2025.

Menurut WHO, disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan senggama yang memuaskan dan keluhan tersebut menetap selama tiga bulan. Penyebabnya karena gaya hidup yang semakin tidak sehat seperti merokok, minuman alkohol, narkoba, kurang olahraga, atau stres.

“Namun, kebanyakan pria, penyakit ini terbilang memalukan sehingga enggan untuk mengemukakannya atau mencari pertolongan dokter,” tulis WHO. Jadi, angka tersebut bisa jadi lebih tinggi dari yang diperkirakan WHO.

Ambik, warga Gunung Pangilun, salah satu contoh yang bermasalah urusan “kejantanan”. Untuk mengobatinya, ia pernah beberapa kali mencoba tawaran dari iklan di media cetak dan blog di internet.  “Pernah saya coba beli. Biasa disebut pil biru, harga satu butir Rp10.000. ... Baca halaman selanjutnya